PAPER BISNIS KEHUTANAN TYYANA COFFEE
Paper Bisnis Kehutanan Medan, Mei 2022
BISNIS KEHUTANAN TYYANA COFFEE
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2022
KATA PENGANTAR
Penulis megucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama kepada dosen penanggung jawab Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Sc. sebagai pembimbing sekaligus informan yang dengan sabar telah meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan.
PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu daerah dengan potensi ekonomi sumberdaya alam yang luar biasa. Selain memiliki berbagai destinasi wisata seperti air terjun dan pemandian air panas, tanahnya yang subur menjadikan Desa Aek Sabaon cocok dijadikan sebagai lokasi pertanian dan perkebunan. Salah satu potensi pemanfaatan ekonomi yang ada di Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan adalah bisnis kehutanan Tyyana Coffee. Tyyana Coffee merupakan salah satu usaha agribisnis kopi di Desa Aek Sabaon yang memiliki lahan budidaya kopi milik sendiri dan mendirikan kedai kopi langsung di areal lahan, selain itu kopi yang telah dipanen langsung di produksi sendiri.
Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan yang berada pada 100-1.850 mdpl dan dengan tanah yang subur menjadikan kopi tumbuh dengan baik pada lahan di desa tersebut. Jenis kopi yang ada di Tyyana Coffee dapat tumbuh dengan baik di Desa Aek Sabaon dengan keadaan tanam, hidup di daerah dataran tinggi 1000 mdpl, curah hujan 1.500 mm – 2.500 mm per tahun dengan suhu rata-rata 15oC – 25oC dengan lahannya yang subur.
Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik Tyyana Coffee, Bapak Abdul Wahid Harahap, beliau menuturkan bahwa beliau mulai menanam kopi pada tahun 2008. Tyyana Coffee sendiri memperoleh isin usaha pada tahun 2016. Ada beberapa jenis kopi yang ditanam di perkebunan kopi milik Bapak Abdul Wahid Harahap, seperti Sigararutang, Gayo 1, Borbon dan Usda. Untuk jenis kopi yang di produksi di Tyyana Coffee adalah jenis kopi arabica (Coffee arabica). Di lahan perkebunan kopi Tyyana Coffee juga ditanami tanaman lain, seperti pohon lamtoro (Leucaena leucocephala), jeruk (Citrus sp.), cengkeh (Syzygium aromaticum), manggis (Garcinia mangostana) dan pisang (Musa paradisiaca) yang meningkatkan kesuburan tanah dan memberikan perlindungan terhadap lingkungan di Tyyana Coffee. Kedai kopi Tyyana Coffee berada diatas kolam ikan, yang menjadikan suasana minum kopi semakin nikmat di Tyyana Coffee.
Karakteristik Sumberdaya Hutan di Tyyana Coffee
Adanya tanaman jeruk sebagai tanaman pendamping memberikan cita rasa yang khas pada tanaman kopi di Tyyana Coffee, yaitu memberikan cita rasa asam jeruk pada buah kopi. Dengan penerapan sistem agroforestri di Tyyana Coffee menajadikan karakteristik kopi yang dihasilkan menjadi sangat khas. Sistem tanam agroforestri dengan tanaman jeruk memberikan cita rasa asam jeruk pada buah kopi di Tyyana Coffee. Rasa tersebut disebabkan oleh karakteristik dari tumbuhan dan penanaman kopi yang dilakukan. Kopi yang dihasilkan Tyyana Coffee di produksi dan di olah sendiri dengan menjaga kualitas kopinya. Kopi gayo adalah salah satu jenis kopi di Tyyana Coffee, kopi gayo arabika yang digadang-gadang sebagai salah satu kopi terbaik di dunia memiliki karakteristik yang kuat, yaitu aromanya yang sangat tajam. Selain itu, kopi gayo tidak memberi bekas rasa pahit yang lekat di lidah setelah meminumnya.
Untuk tanaman pelindung, lapisan tajuk lamtoro, cengkeh dan manggis pada sistem agroforestri yang menyerupai hutan dapat memberikan fungsi konservasi yang baik dalam mengurangi tingkat erosi tanah. Selain itu, melalui lapisan tajuk lamtoro, sinar matahari tidak berpengaruh langsung terhadap kopi sehingga kelembapan udara pada kebun kopi dapat terjaga. Tanaman pelindung dan pendamping juga dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah.
Potensi Ekonomi Sumberdaya Hutan di Tyyana Coffee
Green bean merupakan biji kopi mentah dari tanaman kopi, yaitu biji yang umumnya berwarna hijau dan merupakan biji kering hasil pengolahan akhir pasca panen dengan kisaran kadar air 12%-13%. Roast bean adalah kopi yang telah disangrai. Kopi bubuk adalah biji kopi yang sudah diproses dan digiling halus dalam bentuk butiran-butiran kecil, sehingga mudah diseduh dengan air panas dan dikonsumsi.
Potensi ekonomi Tyyana Coffee pastinya berasal dari biji kopi olahan tadi, dengan nilai jualnya masing-masing. Green bean dengan harga jual Rp.80.000/kg, roast bean dengan harga jual Rp.200.000/kg, kopi bubuk dengan harga jual Rp.300.000/kg. Untuk kopi seduh yang biasa dinikmati di kedai kopi Tyyanna Coffee, Bapak Abdul Wahid selaku pemilik usaha tidak mematok harga, namun dengan sistem pembayaran suka rela konsumen. Diharapkan dengan secangkir kopi dapat mempererat persaudaraan antara konsumen dan produsen.
Selain itu, potensi ekonomi Tyyana Coffee juga berasal dari tanaman pendamping dan pelindung kopi. Lamtoro (Leucaena leucocephala), jeruk (Citrus sp.), cengkeh (Syzygium aromaticum), manggis (Garcinia mangostana) dan pisang (Musa paradisiaca) juga dapat memberikan nilai ekonomi untuk Tyyana Coffee atau memberikan penghasilan tambahan. Tanaman pelindung memberikan nilai ekonomis bagi petani kopi karena menghasilkan buah, kayu atau produk lain yang dapat dijual maupun dikonsumsi sendiri. Oleh sebab itu, bisnis kopi sangat bagus untuk dikembangkan karena memiliki potensi ekonomi yang tinggi, mengingat semakin tingginya peminat dan berkembangnya budaya minum kopi oleh semua kalangan, baik remaja, mahasiswa, pegawai kantoran, dan lainnya. Selain itu, kedai kopi yang berada diatas kolam ikan juga memiliki potensi ekonomi jika dikembangkan dengan baik.
HASIL
Tyyana Coffee sebagai salah satu lokasi agribisnis kopi yang mengolah produknya sendiri di Desa Aek Sabaon, sejauh ini hanya memiliki kedai kopi yang berada di lokasi lahan kopinya sendiri. Namun, dalam pemasaran produk Tyyana Coffee sudah sangat baik, terbukti dengan pemasaran produk yang sudah sampai ke luar negeri, seperti Spanyol, Kuba dan Norwegia.
Dengan tingginya tingkat persaingan diantara pebisnis kopi, dibutuhkan ide pengembangan bisnis kreatif sehingga bisa bersaing dengan bisnis lain. Salah satu ide potensi pengembangan bisnis yang dapat diterapkan di Tyyana Coffee untuk menarik minat pengunjung dan konsumen diantaranya adalah dengan mengembangkan bisnis Coffee Shop di Tyyana Coffee. Bila ide ini dikembangkan, diharapkan akan menambah nilai ekonomi dari Tyyana Coffee. Dengan lingkungan yang sejuk, biji kopi berkualitas, tenaga kerja yang sudah handal, serta eksistensi Tyyana Coffee di masyarakat, maka akan mudah mengembangkan potensi dari Coffee Shop Tyyana Coffee nantinya, mengingat bisnis Coffee Shop yang menguntungkan dan memiliki pasar yang luas.
Selain itu, potensi yang dapat dikembangkan adalah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan menarik di Tyyana Coffee. Contohnya seperti Coffee Art, yaitu kegiatan melukis dengan cat dari ampas kopi hingga menghasilkan karya seni. Selain dapat memaksimalkan pemanfaatan limbah kopi dan meningkatkan kreativitas, dengan ide ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Tyyana Coffee. Dengan ide berupa coffee art ini, diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk mengunjungi Tyyana Coffee sehingga Tyyana Coffee dapat meningkatkan eksistensinya dan dapat bersaing dengan banyaknya usaha bisnis kopi pada saat sekarang ini.
Ide lain untuk pengembangan potensi yang ada di Tyyana Coffee adalah dengan memanfaatkan ranting dan serasah dari tanaman di Tyyana Coffee, seperti ranting pohon manggis dan cengkeh yang dapat diolah menjadi kerajinan. Dapat dibuat suatu tempat untuk konsumen dengan tema minum kopi sambil mengembangkan bakat, yang diharapkan dapat menarik minat konsumen.
KESIMPULAN DAN SARAN
Dengan tingginya tingkat persaingan diantara pebisnis kopi, dibutuhkan ide pengembangan bisnis kreatif sehingga bisa bersaing dengan bisnis lain. Beberapa potensi yang dapat dikembangkan di Tyyana Coffee diantaranya adalah dengan mendirikan coffee shop Tyyana Coffee, mengadakan kegiatan rutin coffee art dengan memanfaatkan ampas kopi sebagai cat, serta pengembangan pemanfaatan ranting dan serasah tanaman di Tyyana Coffee untuk dijadikan kerajinan. Dengan tujuan menarik minat konsumen.
Saran
Untuk penerapan ide ini, pihak pengelola Tyyana Coffee harus menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan, yaitu terkait dengan sebuah ruangan, alat-alat yang diperlukan (kuas, kanvas) untuk menjalankan ide coffee art dan pengolahan ranting tanaman menjadi kerajianan unik. Untuk penerapan ide coffee shop, harus dimulai dari pembangunan tempatnya hingga bisa digunakan dan dikembangkan bisnis coffee shop yang strategis dan sejuk disekitar kebun kopi Tyyana Coffee.
DAFTAR PUSTAKA
Institut Pertanian Bogor. 2017. Peran Komoditas Kopi Bagi Perekonomian Indonesia. Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian. Policy Brief, No.13: 1-3.
Nurikhsan F, Webby SI, Dini S. 2019. Fenomena Coffee Shop di Kalangan Konsumen Remaja. Jurnal Widya Komunika, 9(2): 137-144.
Raja E, Made A, Haerul A. 2016. Strategi Pengembangan Usaha Pengelolaan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Desa Bumi Beringin Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. Jurnal Katalogis, 4(1): 215-228.
Sina L. 2005. Peluang Bisnis Bidang Kehutanan Bagi Pengusaha Daerah Pada Otonomi Daerah di Kalimantan Timur. Risalah Hukum, No.2: 15-20.
Windi Y, Anugrah SW. 2021. Blue Ocean Strategy Pada Usaha Pengolahan Kopi “ UD Tyyana Coffee” di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Agrisep, 20(2): 321-332.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Dokumentasi Kunjungan Ke Usaha Bisnis Tyyana Coffe
Gambar 1. Lokasi Usaha Bisnis Tyyana Coffee
Gambar 2. Lokasi Perkebunan Tyyana Coffee
Gambar 3. Produk Kopi Tyyana Coffee
Komentar
Posting Komentar