PAPER BISNIS KEHUTANAN TYYANA COFFEE

Paper Bisnis Kehutanan                                                                                                                                   Medan,   Mei 2022

BISNIS KEHUTANAN TYYANA COFFEE

Dosen Penanggung Jawab: 
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

 
Oleh: 
Irma Amelia 
191201088 
MNH 6

 

  

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2022

 



KATA PENGANTAR

 
        Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan baik dan tepat waktu. Paper Bisnis Kehutanan yang berjudul “Bisnis Kehutanan Tyyana Coffee” ini ditulis untuk melengkapi tugas Bisnis Kehutanan.
        Penulis megucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama kepada dosen penanggung jawab Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Sc. sebagai pembimbing sekaligus informan yang dengan sabar telah meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan.
       Penulis menyadari bahwa paper Bisnis Kehutanan ini masih banyak kesalahan dalam penulisannya. Oleh karena itu, penulis akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaikinya. Penulis juga sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Semoga paper Bisnis Kehutanan ini bisa memberikan manfaat bagi pembacanya.



Medan, Mei 2022




Penulis

 

 



 

  

 PENDAHULUAN

        Sektor kehutanan merupakan penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia setelah sektor migas. Dilihat dari segi ekonomi hal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, keberadaan hutan di Indonesia perlu dipertahankan dan dalam pengelolaan serta pemanfaatannya perlu memperhatikan aspek kelestarian hutan. Hutan juga dapat memberikan manfaat langsung maupun tak langsung bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Sektor usaha kehutanan tetap memberikan peran penting terhadap peningkatan ekonomi. Sektor kehutanan mampu memberikan dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja, baik pada sektor hulu dan sektor hilir kehutanan Indonesia (Raja et al., 2016). 
       Sumberdaya hutan memiliki kedudukan, fungsi dan peran nyata bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat, tidak hanya bangsa dan rakyat Indonesia akan tetapi juga bagi masyarakat dunia internasional. Hutan merupakan salah satu sumberdaya alam yang dapat memulihkan diri selama pemanfaatannya tidak melampui daya pulihnya, sehingga manfaat ganda dari hutan akan terus mengalir selama keberadaan dan fungsinya tetap terjamin. Secara umum, tujuan pengelolaan hutan adalah untuk memberikan manfaat optimal dari aspek ekonomi, ekologi dan sosial budaya. Dalam konteks pengelolaan hutan, hutan harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem yang utuh, bukan hanya sebagai sumber kayu bagi bahan baku industri. Prinsip umum pengelolaan hutan tersebut dipahami dan diamalkan oleh yang diberi amanah untuk menerbitkan perizinan pemanfaatan sumberdaya hutan, sehingga pemanfaatan sumberdaya hutan mampu berperan sebagai basis utama bagi penggerak ekonomi umat (Sina, 2005).
        Kopi merupakan salah satu komoditas andalan dalam sektor kehutanan Indonesia. Peran komoditas kopi bagi perekonomian Indonesia cukup penting, baik sebagai sumber pendapatan bagi petani kopi, sumber devisa, penghasil bahan baku industri, maupun penyedia lapangan kerja melalui kegiatan pengolahan, pemasaran, dan perdagangan (ekspor dan impor). Kopi termasuk salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat dikarenakan bernilai ekonomis. Tanaman kopi dapat menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat dan juga dapat meningkatkan devisa negara lewat ekspor dalam bentuk biji maupun olahan biji. Kopi memiliki peran bagi perekonomian Indonesia yang tergolong besar, dimana selain dapat dijadikan suatu sumber pendapatan bagi petani kopi, juga berperan sebagai penyumbang sumber devisa negara, penghasil bahan baku industri, penyediaan lapangan pekerjaan melalui kegiatan pengolahan, perdagangan hingga pemasaran. Indonesia sendiri berada di kedudukan keempat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia, setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia (Institut Pertanian Bogor, 2017). 
        Coffee atau kopi dalam bahasa Indonesia secara luas dikenal sebagai minuman stimulan yang dibuat dari biji kopi. Meningkatnya tingkat konsumsi kopi tidak terlepas dari gaya masyarakat urban yang gemar berkumpul. Dengan konsumsi kopi yang besar tersebut mengakibatkan maraknya coffee house. Berbagai motivasi yang melatar belakangi seseorang memilih untuk menikmati secangkir kopi, terutama di coffee shop selain untuk bercengkrama bersama teman-teman, dengan adanya wifi , serta banyaknya kenyamanan yang ditawarkan oleh coffee shop semakin membuat seseorang termotivasi untuk berkunjung dan menghabiskan waktu di coffee shop. Hal tersebut dapat membuat kegiatan minum kopi menjadi sebuah gaya hidup yang baru (Nurikhsan et al., 2019). 
    Semakin tinggginya permintaan dan semakin berkembangnya tren minum kopi di kalangan masyarakat membuat semakin banyak pelaku bisnis yang turut mencoba untuk memasuki bisnis kedai kopi atau coffe shop. Kedai kopi merupakan salah satu tempat yang digemari oleh banyak orang, mulai dari kalangan profesional, eksekutif, hingga remaja. Usaha Tyyana Coffee merupakan salah satu usaha kopi yang berada di Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tyyana Coffee yang merupakan salah satu usaha agribisnis kopi di Desa Aek Sabaon memiliki motto “Dari Kebun Ke Cangkir”, yaitu dengan memiliki lahan budidaya kopi milik sendiri dan mendirikan kedai kopi langsung di areal lahan, usaha ini memiliki lahan komoditi kopi jenis arabika seluas 1 Ha. Selain itu, komoditi kopi jenis arabika di usaha ini juga sudah dijual ke berbagai daerah dan negara dengan berbagai proses olahan komoditi kopi sesuai dengan permintaan yang dingin oleh konsumen. Selain itu kopi yang telah dipanen langsung di produksi sendiri (Windi dan Anugrah, 2021). 
 
 


TINJAUAN PUSTAKA



Deskripsi Sumberdaya Hutan di Tyyana Coffee
        Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu daerah dengan potensi ekonomi sumberdaya alam yang luar biasa. Selain memiliki berbagai destinasi wisata seperti air terjun dan pemandian air panas, tanahnya yang subur menjadikan Desa Aek Sabaon cocok dijadikan sebagai lokasi pertanian dan perkebunan. Salah satu potensi pemanfaatan ekonomi yang ada di Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan adalah bisnis kehutanan Tyyana Coffee. Tyyana Coffee merupakan salah satu usaha agribisnis kopi di Desa Aek Sabaon yang memiliki lahan budidaya kopi milik sendiri dan mendirikan kedai kopi langsung di areal lahan, selain itu kopi yang telah dipanen langsung di produksi sendiri.
        Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan yang berada pada 100-1.850 mdpl dan dengan tanah yang subur menjadikan kopi tumbuh dengan baik pada lahan di desa tersebut. Jenis kopi yang ada di Tyyana Coffee dapat tumbuh dengan baik di Desa Aek Sabaon dengan keadaan tanam, hidup di daerah dataran tinggi 1000 mdpl, curah hujan 1.500 mm – 2.500 mm per tahun dengan suhu rata-rata 15oC – 25oC dengan lahannya yang subur.
        Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik Tyyana Coffee, Bapak Abdul Wahid Harahap, beliau menuturkan bahwa beliau mulai menanam kopi pada tahun 2008. Tyyana Coffee sendiri memperoleh isin usaha pada tahun 2016. Ada beberapa jenis kopi yang ditanam di perkebunan kopi milik Bapak Abdul Wahid Harahap, seperti Sigararutang, Gayo 1, Borbon dan Usda. Untuk jenis kopi yang di produksi di Tyyana Coffee adalah jenis kopi arabica (Coffee arabica). Di lahan perkebunan kopi Tyyana Coffee juga ditanami tanaman lain, seperti pohon lamtoro (Leucaena leucocephala), jeruk (Citrus sp.), cengkeh (Syzygium aromaticum), manggis (Garcinia mangostana) dan pisang (Musa paradisiaca) yang meningkatkan kesuburan tanah dan memberikan perlindungan terhadap lingkungan di Tyyana Coffee. Kedai kopi Tyyana Coffee berada diatas kolam ikan, yang menjadikan suasana minum kopi semakin nikmat di Tyyana Coffee.

Karakteristik Sumberdaya Hutan di Tyyana Coffee 
            Sistem penanaman kopi di Tyyana Coffee menerapkan sistem agroforestri. Penanaman dilakukan dengan kopi sebagai tanaman utamanya serta memiliki tanaman pelindung dan tanaman pendamping. Hal ini diterapkan karena kopi merupakan tanaman yang tidak bisa hidup dengan sistem monokultur. Di Tyyana Coffee sendiri, tanaman pelindung yang digunakan adalah pohon lamtoro (Leucaena leucocephala) karena lamtoro merupakan tanaman perdu pohon yang pertumbuhannya mampu mencapai tinggi 5-15 m, bercabang banyak dan kuat hingga dapat melindungi tanaman kopi yang ada. Untuk tanaman pendampingnya, ditanami dengan jeruk (Citrus sp.), cengkeh (Syzygium aromaticum), manggis (Garcinia mangostana) dan pisang (Musa paradisiaca).
        Adanya tanaman jeruk sebagai tanaman pendamping memberikan cita rasa yang khas pada tanaman kopi di Tyyana Coffee, yaitu memberikan cita rasa asam jeruk pada buah kopi. Dengan penerapan sistem agroforestri di Tyyana Coffee menajadikan karakteristik kopi yang dihasilkan menjadi sangat khas. Sistem tanam agroforestri dengan tanaman jeruk memberikan cita rasa asam jeruk pada buah kopi di Tyyana Coffee. Rasa tersebut disebabkan oleh karakteristik dari tumbuhan dan penanaman kopi yang dilakukan. Kopi yang dihasilkan Tyyana Coffee di produksi dan di olah sendiri dengan menjaga kualitas kopinya. Kopi gayo adalah salah satu jenis kopi di Tyyana Coffee, kopi gayo arabika yang digadang-gadang sebagai salah satu kopi terbaik di dunia memiliki karakteristik yang kuat, yaitu aromanya yang sangat tajam. Selain itu, kopi gayo tidak memberi bekas rasa pahit yang lekat di lidah setelah meminumnya.
        Untuk tanaman pelindung, lapisan tajuk lamtoro, cengkeh dan manggis pada sistem agroforestri yang menyerupai hutan dapat memberikan fungsi konservasi yang baik dalam mengurangi tingkat erosi tanah. Selain itu, melalui lapisan tajuk lamtoro, sinar matahari tidak berpengaruh langsung terhadap kopi sehingga kelembapan udara pada kebun kopi dapat terjaga. Tanaman pelindung dan pendamping juga dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah.

Potensi Ekonomi Sumberdaya Hutan di Tyyana Coffee
        Mengkonsumsi kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat dan bisa membuka peluang bisnis yang besar sehingga industri kopi berkembang signifikan. Tyyana Coffee yang merupakan salah satu usaha agribisnis kopi di Desa Aek Sabaon memiliki motto “Dari Kebun Ke Cangkir”, yaitu dengan memiliki lahan budidaya kopi milik sendiri dan mendirikan kedai kopi langsung di areal lahan, selain itu kopi yang telah dipanen langsung di produksi sendiri. Produk olahan biji kopi yang dihasilkan Tyyana Coffee terdiri dari 4 jenis produk, yaitu green bean, roast bean, kopi bubuk dan kopi seduh. Produk-produk ini memberikan nilai ekonomi untuk Tyyana Coffee dari hasil penjualannya.
        Green bean merupakan biji kopi mentah dari tanaman kopi, yaitu biji yang umumnya berwarna hijau dan merupakan biji kering hasil pengolahan akhir pasca panen dengan kisaran kadar air 12%-13%. Roast bean adalah kopi yang telah disangrai. Kopi bubuk adalah biji kopi yang sudah diproses dan digiling halus dalam bentuk butiran-butiran kecil, sehingga mudah diseduh dengan air panas dan dikonsumsi.
        Potensi ekonomi Tyyana Coffee pastinya berasal dari biji kopi olahan tadi, dengan nilai jualnya masing-masing. Green bean dengan harga jual Rp.80.000/kg, roast bean dengan harga jual Rp.200.000/kg, kopi bubuk dengan harga jual Rp.300.000/kg. Untuk kopi seduh yang biasa dinikmati di kedai kopi Tyyanna Coffee, Bapak Abdul Wahid selaku pemilik usaha tidak mematok harga, namun dengan sistem pembayaran suka rela konsumen. Diharapkan dengan secangkir kopi dapat mempererat persaudaraan antara konsumen dan produsen.
        Selain itu, potensi ekonomi Tyyana Coffee juga berasal dari tanaman pendamping dan pelindung kopi. Lamtoro (Leucaena leucocephala), jeruk (Citrus sp.), cengkeh (Syzygium aromaticum), manggis (Garcinia mangostana) dan pisang (Musa paradisiaca) juga dapat memberikan nilai ekonomi untuk Tyyana Coffee atau memberikan penghasilan tambahan. Tanaman pelindung memberikan nilai ekonomis bagi petani kopi karena menghasilkan buah, kayu atau produk lain yang dapat dijual maupun dikonsumsi sendiri. Oleh sebab itu, bisnis kopi sangat bagus untuk dikembangkan karena memiliki potensi ekonomi yang tinggi, mengingat semakin tingginya peminat dan berkembangnya budaya minum kopi oleh semua kalangan, baik remaja, mahasiswa, pegawai kantoran, dan lainnya. Selain itu, kedai kopi yang berada diatas kolam ikan juga memiliki potensi ekonomi jika dikembangkan dengan baik.


HASIL

 

Ide Potensi Pengembangan Bisnis Tyyana Coffee
        Tyyana Coffee sebagai salah satu lokasi agribisnis kopi yang mengolah produknya sendiri di Desa Aek Sabaon, sejauh ini hanya memiliki kedai kopi yang berada di lokasi lahan kopinya sendiri. Namun, dalam pemasaran produk Tyyana Coffee sudah sangat baik, terbukti dengan pemasaran produk yang sudah sampai ke luar negeri, seperti Spanyol, Kuba dan Norwegia.
        Dengan tingginya tingkat persaingan diantara pebisnis kopi, dibutuhkan ide pengembangan bisnis kreatif sehingga bisa bersaing dengan bisnis lain. Salah satu ide potensi pengembangan bisnis yang dapat diterapkan di Tyyana Coffee untuk menarik minat pengunjung dan konsumen diantaranya adalah dengan mengembangkan bisnis Coffee Shop di Tyyana Coffee. Bila ide ini dikembangkan, diharapkan akan menambah nilai ekonomi dari Tyyana Coffee. Dengan lingkungan yang sejuk, biji kopi berkualitas, tenaga kerja yang sudah handal, serta eksistensi Tyyana Coffee di masyarakat, maka akan mudah mengembangkan potensi dari Coffee Shop Tyyana Coffee nantinya, mengingat bisnis Coffee Shop yang menguntungkan dan memiliki pasar yang luas.
      Selain itu, potensi yang dapat dikembangkan adalah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan menarik di Tyyana Coffee. Contohnya seperti Coffee Art, yaitu kegiatan melukis dengan cat dari ampas kopi hingga menghasilkan karya seni. Selain dapat memaksimalkan pemanfaatan limbah kopi dan meningkatkan kreativitas, dengan ide ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Tyyana Coffee. Dengan ide berupa coffee art ini, diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk mengunjungi Tyyana Coffee sehingga Tyyana Coffee dapat meningkatkan eksistensinya dan dapat bersaing dengan banyaknya usaha bisnis kopi pada saat sekarang ini.
        Ide lain untuk pengembangan potensi yang ada di Tyyana Coffee adalah dengan memanfaatkan ranting dan serasah dari tanaman di Tyyana Coffee, seperti ranting pohon manggis dan cengkeh yang dapat diolah menjadi kerajinan. Dapat dibuat suatu tempat untuk konsumen dengan tema minum kopi sambil mengembangkan bakat, yang diharapkan dapat menarik minat konsumen.

 



KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
        Dengan tingginya tingkat persaingan diantara pebisnis kopi, dibutuhkan ide pengembangan bisnis kreatif sehingga bisa bersaing dengan bisnis lain. Beberapa potensi yang dapat dikembangkan di Tyyana Coffee diantaranya adalah dengan mendirikan coffee shop Tyyana Coffee, mengadakan kegiatan rutin coffee art dengan memanfaatkan ampas kopi sebagai cat, serta pengembangan pemanfaatan ranting dan serasah tanaman di Tyyana Coffee untuk dijadikan kerajinan. Dengan tujuan menarik minat konsumen.

Saran
        Untuk penerapan ide ini, pihak pengelola Tyyana Coffee harus menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan, yaitu terkait dengan sebuah ruangan, alat-alat yang diperlukan (kuas, kanvas) untuk menjalankan ide coffee art dan pengolahan ranting tanaman menjadi kerajianan unik. Untuk penerapan ide coffee shop, harus dimulai dari pembangunan tempatnya hingga bisa digunakan dan dikembangkan bisnis coffee shop yang strategis dan sejuk disekitar kebun kopi Tyyana Coffee.

 

 

 DAFTAR PUSTAKA

Institut Pertanian Bogor. 2017. Peran Komoditas Kopi Bagi Perekonomian Indonesia. Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian. Policy Brief, No.13: 1-3.

Nurikhsan F, Webby SI, Dini S. 2019. Fenomena Coffee Shop di Kalangan  Konsumen Remaja. Jurnal Widya Komunika, 9(2): 137-144.

Raja E, Made A, Haerul A. 2016. Strategi Pengembangan Usaha Pengelolaan  Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Desa Bumi Beringin Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. Jurnal Katalogis, 4(1): 215-228.

Sina L. 2005. Peluang Bisnis Bidang Kehutanan Bagi Pengusaha Daerah Pada Otonomi Daerah di Kalimantan Timur. Risalah Hukum, No.2: 15-20.

Windi Y, Anugrah SW. 2021. Blue Ocean Strategy Pada Usaha Pengolahan Kopi “ UD Tyyana Coffee” di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Agrisep, 20(2): 321-332.




LAMPIRAN


Lampiran 1. Dokumentasi Kunjungan Ke Usaha Bisnis Tyyana Coffe 

                                                                  

    Gambar 1. Lokasi Usaha Bisnis Tyyana Coffee            

                                                             

Gambar 2. Lokasi Perkebunan Tyyana Coffee   

 

Gambar 3. Produk Kopi Tyyana Coffee

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktikum Ekonomi Sumberdaya Hutan

PRAKTIKUM EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN

PEMANFAATAN EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN DARI BAMBU DI KECAMATAN SAJIRA